Bahaya ‘Snooze’ Atau Menunda Alarm Saat Bangun Tidur

Beberapa orang seringkali merasakan kesulitan untuk bangun tidur tepat waktu. Tekhnologi ‘Alarm’ membantu kita untuk itu. Meski, banyak juga teman-teman kita yang ‘gila tidur’ sehingga tidak mendengar bunyi alarm meski ada di bawah telinganya. Yang seperti ini lucu dan juga menjengkelkan. Sobat wagers, ada satu lagi kebiasaan buruk yang sering tidak disadari oleh kita. Yakni melakukan penundaan pada alarm yang telah berbunyi. Lagi enak-enak tidur nih, alarm bunyi… ‘snooze’ aja deh. Alarm kita tunda 10 menit lalu melanjutkan tidur kembali. Hadeeeh. Banyak kan yang seperti ini. Meski kesannya sepele, ternyata kebiasaan pakai snooze ini dapat mengganggu kesehatan.

Tubuh memiliki  mekanisme agar kamu bisa bangun tidur kemudian siap beraktivitas di pagi hari. Salah satunya adalah dengan memanaskan suhu tubuh agar kita merasa lebih waspada dan tidak mengantuk. Spesialis gangguan tidur di Stanford University Sleep of Medicine Centre, dr. Rafael Paleyo, menjelaskan kondisi ini akan dimulai sekitar 2 jam sebelum tubuh merasa siap untuk bangun. Jika kita tak cukup tidur, maka udara kamar akan terasa lebih dingin, kasur terasa sangat nyaman dan menyebabkan kita enggan beranjak. Bangun tidur pun menjadi sesuatu yang berat.

Pada dasarnya tubuh memiliki siklus tidur. Dilansir dalam laman WebMD, siklus tidur manusia terus berputar antara tidur non-REM dan tidur REM. REM sendiri adalah rapid eye movement, yaitu masa di mana kita tertidur cukup pulas, tetapi otak sedang bekerja aktif. Mimpi atau bahkan tidur sambil jalan biasa terjadi pada fase tidur ini. Sedangkan pada fase tidur non-REM, otak sedang menyesuaikan diri untuk beristirahat. Non-REM masih dibagi jadi tiga tahap, yaitu tidur ayam (setengah sadar), menjelang tidur pulas, dan tidur pulas atau tidur yang sangat dalam. Jika alarm bunyi saat kita berada pada fase non-REM yang sangat dalam, kita akan merasa semakin berat untuk bangun. Bahkan kita bisa merasa linglung, uring-uringan, dan parahnya bisa merasakan kurang enak badan seharian.

Nah, disinilah berbahayanya melakukan snoozing atau penundaan alarm saat bangun tidur. Tubuh akan kebingungan dengan siklus yang biasanya terusun secara rapi dan alamiah. Ketika Anda bangun kemudian tidur kembali untuk beberapa saat, siklus tidur akan terus berulang-ulang tidak beraturan dan menyebabkan sistem tubuh terganggu, bahkan biasanya menyebabkan inersia. Inersia tidur ini adalah perasaan uring-uringan, terkejut atau diorientasi yang muncul ketika Anda terbangun dari tidur yang sangat pulas.

Menurut dr. Chris Winter dalam Men’s Health, ketika kita tidur-bangun-tidur-bangun untuk mematikan alarm, kita bisa bangun dengan kurang segar. Hal ini berkaitan dengan hormon di dalam tubuh. Ketika tubuh memulai untuk bangun, hormon tidur yakni melatonin secara ilmiah akan menurun, sedangkan hormon kortisol sebagai hormon yang penyemangat menjadi meningkat. Nah, ketika seseorang menunda bangun dengan mengundur-ngundur waktu alarm, otak akan bingung kapan waktu perubahan bangun dan tidur yang seharusnya. Ini berpengaruh pada kualitas tidur kita di hari-hari selanjutnya. Apalagi kalau kebiasaan ini dilakukan terus menerus, bisa jadi kita akan selalu mengawali pagi dengan kurang fresh dan mempengaruhi mood dalam beraktifitas selama sehari penuh. Tidurnya kacau, aktivitasnya pun kacau. Bukan sebuah keputusan yang baik untuk kita. Nah, bagaimana, masih mau menunda-nunda alarm?

Artikel, Kesehatan
,
Rekomendasi
Populer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Direktori

Berbagi kebaikan dengan menulis di wagers!

Menu