Drs Jaka Hartana, Jalan Terjal Mantan Aktivis Menwa

Keinginan Drs Jaka Hartana untuk memperjuangkan nasib rakyat melalui jalur legislatif akhirnya tercapai meski harus tertatih-tatih melewati jalan terjal dan penuh pengorbanan. Betapa tidak, lulusan Fisipol Universitas Tidar Magelang ini tak pernah absen nyaleg sejak 2004 dan baru terpilih menjadi anggota DPRD pada Pemilihan Legislatif 2019 lalu.

“Pemilu 2019 ini merupakan pencalonan saya yang ke empat kalinya. Dan alhamdulillah dapat terpilih dan dilantik menjadi anggota DPRD masa jabatan 2019-2024. Saya aktif di partai sejak kurang lebih 25 tahun silam. Waktu itu masih PDI. Belum PDI Perjuangan,” kata lelaku kelahiran Purworejo 5 November 1963 ini saat ditemui di ruang fraksi PDI Perjuanga, baru-baru ini.

Lebih lanjut dikatakannya, sebelum reformasi dirinya tidak ikut aktif ngurusi partai. Waktu itu hanya simpatisan PDI. Namun setelah 1999 dirinya dipercaya untuk menjadi Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kaligesing.

“Saya juga sempat menjadi Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Purworejo, sekretaris DPC PDI Perjuangan Bidang Eksternal. Di luar organisasi partai saya pernah menjadi pengurus DPD KNPI Kabupaten Purworejo,” kata warga Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing tersebut.

Jaka mengaku kegemaran berorganisasinya itu telah terasah sejak ia duduk di bangku kuliah. Saat itu, dirinya cukup aktif di organisasi semi militernya kampus yakni Resimen Mahasiswa (Menwa).

“Saya termasuk yang dikirim oleh kampus ikut pelatihan di mana-mana. Saya masih ingat pelatihan Menwa waktu itu cukup keras. Bahkan, kita diberikan senjata api. Bukan sekedar pentungan seperti sekarang ini,” kata ayah dari Briandika Dono Arnanda SPd, Claudya Dewi Idamayanti SPd dan Cindy Helda Ferrari ini.

Kini, berkat kegigihannya dalam berorganisasi dan berjuang di partai politik sejak puluhan tahun lalu, suami Sulistyowati MPd ini dapat tersenyum lega. Meski demikian, ia mengaku memiliki komitmen kuat untuk berjuang membantu konstituennya di Dapil Purworejo 1, Kecamatan Purworejo dan Kaligesing.

“Kebetulan saya tinggal di wilayah pertanian. Namun pola pertaniannya masih cenderung tradisional. Kedepan, saya akan coba dorong agar dapat mengkombinasikan dengan sistem pertanian modern agar hasil yang didapat betul-betul mampu

Rekomendasi
Populer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Direktori

Berbagi kebaikan dengan menulis di wagers!

Menu