Fatayat Santuni 200 Anak Yatim

PURWOREJO – Fatayat NU Purworejo memberikan santunan kepada 200 anak yatim dari berbagai daerah di Kabupaten Purworejo, Minggu (15/9). Pemberian santunan tersebut digelar bersamaan dengan pengajian akbar yang digelar dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1441 H yang di gelar di GOR WR Soepratman Purworejo.

Secara simbolis, pemberian santunan tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti SH didampingi oleh Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Purworejo, Rr Nurul Komariyah SSos. Kegiatan tersebut dihadiri oleh ribuan kader Fatayat dari tingkat kecamatan serta desa atau ranting. Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan fashion show, pentas seni serta penyerahan hadiah berbagai perlombaan yang digelar oleh PC Fatayat NU.

“Santunan ini merupakan wujud kepedulian Fatayat kepada anak-anak yatim. Harapannya, santunan ini dapat sedikit memberikan kebahagiaan kepada mereka di bulan muharram ini,” kata Ketua PC Fatayat Nurul Komariyah ditemui usai kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, total santunan yang dibagikan sebesar Rp 30 juta rupiah. Anggaran tersebut berasal dari kas organisasi, iuran kader Fatayat serta bantuan dari donatur.

“Sengaja santunan ini kami rangkai dengan pengajian akbar sebagai sarana untuk mengumpulkan serta mengkonsolidasikan kader-kader penggerak organisasi di seluruh PAC dan ranting yagn ada di Purworejo. Hingga saat ini tercatat 325 ranting se Kabupaten Purworejo yang sudah terbentuk,” imbuh anggota DPRD FPKB ini.

Sementara itu, Wakil Bupati Yuli Hastuti dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap gerakan kaum perempuan muda NU yang bernaung dibawah organisasi Fatayat ini. Diakuinya, selama ini Fatayat telah mampu menampilkan peranannya sebagai mitra pemerintah dalam pemberdayaan perempuan melalui program-program kerjanya.

“Kontribusi yang diberikan Fatayat NU telah nyata dirasakan oleh masyarakat. Mewakili pemerintah, saya sangat mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada jajaran Fatayat NU dari tingkat kepengurusan cabang hingga ranting,” katanya.

Yuli berharap, kedepan Fatayat NU terus konsisten menjadi mitra pemerintah dalam membangun masyarakat. Terlebih, masih banyak persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah.

“Kita tahu persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan permasalahan lain masih banyak terjadi di tengah masyarakat. Peran Fatayat sebagai mitra pemerintah tentu sangat dibutuhkan agar persoalan tersebut dapat segera diatasi,” tandasnya.(luk)

Rekomendasi
Populer

2 Comments. Leave new

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Direktori