sd baledono

Khitanan Massal Puncaki HUT 63 SD Islam Baledono

PURWOREJO – Sebanyak 25 anak mengikuti kegiatan sunatan massal yang digelar oleh SD Islam Baledono, Minggu (24/9). Kegiatan tersebut merupakan agenda ou dari rangkaian kegiatan HUT ke-63 SD yang berada di kawasan Kelurahan Baledono, Kecamatan/ Kabupate Purworejo tersebut.

Kepala SD Islam Baledono, Yulia Juwita menjelaskan jika khitanan massal merupakan bagian dari kepedulian sekolah kepada siswa dan lingkungan. “Khitanan ini merupakan bekal untuk anak-anak saat lulus minimal harus sudah sunat semua,” terangnya di sela-sela kegiata.
Yulia yang baru menjabat kepala sekolah mulai tanggal 22 Juni tahun ini menjelaskan, milad sebetulnya diperingati setiap tanggal 4 September. Adapun SD Islam berdiri tanggal 4 September tahun 1958. “Seremonial sudah kami lakukan pada hari Senin lalu dengan petugas upacara para guru yang memakai baju adat. Lalu dilanjutkan dengan potong tumpeng,” ucapnya.

Ditegaskannya, khitanan massal rencananya akan diagendakan setiap tahun. Dengan tema milad setia mengabdi menggapai mimpi anak negeri, Yulia bertekad untuk mendidik siswa jadi lebih disiplin, termasuk guru.

Dirinya berharap SD Islam bisa lebih berkembang dan menjadi sekolah yang punya berprestasi membanggakan. Saat ini menurut Yulia, SD Islam memiliki total 228 siswa. Sedangkan siswa kelas 1 sebanyak 42 siswa.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut para peserta mendapatkan bingkisan serta uang saku dari berbagai sponsor. Adapun tim medis berasal dari RS Nur Hidayah Bantul yang menyiapkan empat tempat untuk mengkhitan 25 anak secara bergantian.

Selain khitanan massal, untuk memeriahkan ulang tahun sekolah juga ditampilkan belasan kreasi seni dari siswa sekolah yang terletak di Jalan Brigjen Wiyono Kelurahan Baledono itu. Mereka tampak gembira menampilkan berbagai di hadapan guru dan orang tua mereka.

Selain ketua komite dan ketua yayasan, acara milad yang diketuai oleh Fery Yulianto itu juga dihadiri Kabag Kesra Setda Kabupaten Purworejo Fatkhurahman dan Kepala Kelurahan Baledono Agus Pramono.
Dalam laporannya Fery menyebutkan, khitanan massal ditujukan bagi siswa dan masyarakat sekitar. “Kegiatan ini dilakukan karena khitan merupakan hal wajib dalam agama Islam yang memiliki fungsi kesehatan, yakni untuk membuang bagian yang tersembunyi serta menyimpan virus,” ucapnya.

Sesaat sebelum proses khitan, dilakukan pelepasan burung merpati oleh Fathurahman dan ketua yayasan beserta tamu undangan. Hal itu sebagai simbol merdeka belajar dan menghantarkan siswa menggapai cita-cita yang diimpikan. (luk)

Rekomendasi
Populer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Direktori