bung karno gusti nurul

Dialog Imajiner Dengan Bung Karno, Ngomongin Si Cantik Gusti Nurul

bung karno gusti nurul

Senja telah berubah jadi tai. Sebab senja adalah tai kucing. Sore ini, petang tepatnya, langit bergemuruh memuntahkan bulir air hujan disana-sini. Angin meniupnya, menyemangati. Buat hujan tak lekas reda. Petir menyambar tak sopan, mesra bersahutan dengan suara deras hujan. Awan mendung tertawa. Manusia kian terkurung. Tak ada senja.

Aku yang tengah asyik di depan komputer dibuat tak nyaman. Sebab genteng rumah pada bocor. Air berseliweran membasahi lantai. Merusak suasana syahdu ditemani lagu-lagu bernuansa senja.

“Imajinasi.. menghanyutkanku, mimpiku sempurna, tak seperti orang biasa,” “berlari-lari membereskan yang bocor,”

Adzan maghrib berkumandang lirih, kalah dengan suara hujan. Tapi hatiku mendengar dengan jelas dan merasa terpanggil. Kutunaikan panggilan Ilahi, mencurahkan kegabutan penuh iri dengki. Bermunajat secukupnya, berlalu kembali menuju komputer yang kini memutar lagu yang katanya pas menemani senja.

Kagetku dibuat kepalang, di kursi komputer nampak sosok tegap yang tengah duduk santai. Berstelan rapi, mengenakan songkok. Wajah gantengnya kukenal, wajah penuh kharisma, oooh, sosok Bung Karno, si pemilik pidato Indonesia Menggugat. Putra sang fajar.

Kudekati, nampak Bung Karno tengah asyik membaca artikel di internet tentang Gusti Nurul alias Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani yang memang tadi tengah kubaca. Gusti Nurul adalah putri dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VII (1885-1944). Dikenal cantik mandraguna, piawai dalam hal apapun, ayu bagai dewi. Dikenal sebagai idola dan dipuja banyak tokoh bangsa.

Sedikit gugup kusapa dia. “Bung Halo Bung,” tak menoleh, dia tetap diam. Wajah bersihnya kian berseri-seri. Sungguh kegantengan yang hakiki. “Bung,” kataku lagi. Tetap khusuk membaca. Lamat-lamat dia mengeja satu demi satu kalimat dalam artikel itu.

“Bung apa bung tidak kesulitan membaca artikel dengan ejaan yang disempurnakan sekarang?,” tanyaku kesal setelah beberapa kali aku menyapa, dia diam saja.

“Hahahaha,” “Kurang ajar,” tiba-tiba Si Bung tertawa.

“Dasar media sekarang, terlampau membesar-besarken cerita. Tapi tidak papa, itu tugas media, jika saja dulu media-media semasa perjuangan tidak membesar-besarkan cerita kemerdekaan kita, mungkin rakyat akan resah. Sekutu akan balik lagi,” kata dia.

Cara bicaranya, memang betul kata orang, penuh kharisma dan berwibawa. Santun. Pantas dia disebut lelananging jagat. Penyambung lidah rakyat.

“Bung kenapa,?” tanyaku.

“Hei anak muda. Apa kau tidak membaca tulisan ini, di sini dikatakan aku menaksir dan dibuat patah hati oleh Gusti Nurul. Hahahaha,” tawa Bung Karno.

“Bukankah kabarnya begitu, Bung. Bung berminat meminang Gusti Nurul, menjadikanya istri. Bung jatuh hati pada wanita berparas elok lagi pandai menari itu?,” kataku.

“Kalau sebatas mengaggumi, tentu siapa lelaki yang tidak kagum pada Gusti Nurul. Soal patah hati tentu tidak, istri-istriku lebih dari cukup buatku bahagia,” kilah Bung Karno.

“Tapi Bung, banyak riwayat menuliskan bahwa Bung pernah mengundang Gusti Nurul ke Istana Cipanas. Disana Bung meminta Basuki Abdullah untuk melukis paras menawan Gusti Nurul. Lalu kabarnya, Bung sering berseloroh bahwa Bung merasa kalah cepat dari suami Gusti Nurul,?? Tanyaku

“Soal lukisan, ya. Tapi untuk soal cinta, cobalah kamu perbanyak referensi, baca buku Goesti Noeroel: Straven naar Geluk Mengejar Kebahagiaan (2014). Di situ ada pengakuan Gusti Nurul yang ditulis, bahwa aku tidak pernah menyatakan cinta kepadanya,”

“Tapi Bung menaruh rasa dengan Gusti Nurul, kan? hehe” tanyaku sok akrab.

Bung Karno Diam.

Sebagai perempuan, Gusti Nurul memang sosok yang nyaris sempurna. Dilansir dari berbagai sumber, selain cantik dan berdarah ningrat, Gusti Nurul juga berpendidikan; banyak para pembesar jatuh hati padanya. Tak terhitung berapa lelaki yang dibuatnya jatuh hati. Yang tersohor, Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Kolonel Gusti Pangeran Haryo Djatikusumo—Kepala Staf Angkatan Darat pertama, serta Sutan Sjahrir. Yang disebut belakangan ini adalah yang paling unik. Sjahrir bukan orang Jawa, tapi pentolan Partai Sosialis Indonesia (PSI) itu pantang surut mendekati Gusti Nurul meski sainganya pembesar Jawa.

“Bung, Bung, kenapa Bung diam,?” tanyaku setelah hening cukup lama.

“Wanita berpendidikan dan teguh berprinsip memang berbahaya, itimewa. Ia, Gusti Nurul  orangnya. Teguh pendirian menolak cinta para pesohor karena tak ingin dimadu. Baginya pantang wanita berpendidikan dimadu,” ucap Bung Karno.

“Tentu tak hanya wanita, lelaki pun juga, enggan dimadu domba, hahaha,” candaku kian larut dalam lamunan.

Karena kecantikan dan keanggunan pribadinya, di usia 15 tahun Gusti Nurul pernah menjadi orang Indonesia yang wajahnya menghiasi majalah legendaris: Life. Majalah terbitan Amerika Serikat pada edisi 25 Januari 1937 memajang foto Gusti Nurul menari di hari pernikahan Putri Juliana dan Pangeran Bernard.

Dan, pada akhirnya, Raden Mas Sujarso Surjosurarso, Kepala Inspektorat Kavaleri Angkatan Darat pertama, yang berhasil mencomot hati Gusti Nurul ditahun 1954. Pernikahan itu, memupus semua cinta para panglima. Ya begitulah cinta memilih jalanya sendiri.

“Bung,” sergahku membuyarkan lamunanya.

“Kenapa kita tidak membahas soal pandemic Covid-19 yang kini tengah melanda Indonesia. Bagaimana menurut Bung?

“Tapi Bung, tidak-tidak, aku lebih tertarik membahas mengapa generasi muda kita selalu ramai membahas user Honda Beat dan pengguna HP Xiomi. Katanya, Ora Beat ora Sweet, Bung?,” tanyaku memindahkan topik.

“Ya, ya. Kudengar, pengguna Honda Beat dan perokok Magnum Filter selaltu tersingkir. Hahaha. Tapi anak muda, waktuku tidak banyak, aku ada jadwal bertemu Che (Guevara). Che telah janji akan menghiburku dengan lagu Hasta Siempre dan suguhan cerutu khas Kuba. Besok kita diskusiken itu,”

“Tapi Bung”

Duuuaaaarrrr!!! Seketika petir dahsyat menyambar, kilatnya terasa dekat. Saat itu aku tersadar. Nyatanya, aku tertidur diatas kursi depan komputer waktu Adzan Maghrib berkumandang di tengah derasnya hujan.[]

Rekomendasi
Populer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Direktori

Berbagi kebaikan dengan menulis di wagers!

Menu