Memperingati Harlah IPNU ke 67 dan IPPNU ke 66 , Pelajar NU Wates Tekankan Pentingnya Media Sebagai Sumber Informasi

Harlah IPNU ke-67 dan IPPNU ke-66 merupakan moment yang penting dan berharga untuk mengenang serta bersyukur atas segala pencapaian yang telah dilalui selama berpuluh-puluh tahun yang lalu, untuk itu seluruh pimpinan cabang dan anak cabang IPNU IPPNU Kulon Progo, salah satunya PAC IPNU IPPNU Kapanewon Wates memperingati Harlah IPNU ke-67 dan IPPNU ke-66 dengan mengadakan acara peringatan berupa potong tumpeng dan diskusi bersama pada 28 Februari 2021 bertempat di Pendopo Cafe.  Tema harlah tahun ini adalah “Transformasi dan Kolaborasi Pelajar Merajut Persatuan untuk Membangun Peradaban Bangsa”. Acara ini dihadiri oleh Ketua PC IPNU IPPNU Kabupaten Kulon Progo Rekan Najib Faturahman dan Rekanita Dewi, serta pengurus PC IPNU IPPNU Kabupaten Kulon Progo Rekan Choirul Huda dan Rekanita Rina Susiana, serta anggota PAC IPNU IPPNU Kapanewon Wates.

Acara dimulai pada pukul 14.00 WIB, diawali pembukaan dan sambutan dari Ketua PAC IPNU Kapanewon Wates yaitu Rekan Rino Priatama dan dilanjutkan sesi potong tumpeng bersama oleh Rekan Rino dan Rekan Najib. Setelah pemotongan tumpeng selesai, dilanjutkan dengan sesi diskusi santai atau sharing yang diisi oleh Rekan Najib dan Rekanita Dewi selaku Ketua Pimpinan Cabang Kabupaten Kulon Progo. Acara berlangsung santai dan penuh dengan gelak tawa, diawali dengan sesi perkenalan diri, pengenalan IPNU dan IPPNU secara umum dan pengenalan jargon IPNU dan IPPNU “Salam belajar, berjuang, bertaqwa”.  Diskusi kali membahas mengenai pentingnya media sebagai sumber informasi yang harus dikelola dan dipahami serta dijadikan sebagai sumber untuk memperluas wawasan kita terutama dikalangan pelajar. Dikaitkan dengan jargon “Salam belajar, berjuang, bertaqwa” media informasi memberikan peluang untuk mencapai arti dan makna dari jargon tersebut.

Jargon “belajar”, kata ini menurut Rekanita Dewi, dijabarkan sebagai bentuk bagaimana semangat kita untuk mencapai sesuatu hal terutama pendidikan, dengan memanfaatkan media sebagai sumber mencari informasi dan memanfaatkan peluang yang sudah ada didepan mata.

“Pelajar IPNU IPPNU Kapanewon Wates ini merupakan rekan dan rekanita yang berasal dari lingkungan kota, maka membekali diri dengan pendidikan tinggi sangat diperlukan, apalagi dengan adanya bandara yang membuka prospek baru dari berbagai bidang, sehingga pendidikan diperlukan agar kita mampu bersaing dengan pihak luar daerah,” ujar beliau.

Selain itu, jargon “berjuang” juga saling berkaitan dengan adanya semangat untuk belajar. Pada penjabaran jargon tersebut, beliau menceritakan pengalamannya dalam menempuh cita-citanya menuju perguruan  tinggi, tak lupa juga rekan Najib turut menceritakan pengalamannya, dengan tujuan agar rekan dan rekanita PAC IPNU IPPNU Kapanewon Wates memiliki semagat juang untuk menggapai sekolah tinggi dengan memanfaatkan peluang. Rekanita Dewi menambahkan, “Bukalah wawasan untuk mencapai pendidikan dengan memanfaatkan peluang, negosiasi dengan orang tua bagaimana baiknya, memanfaatkan beasiswa-beasiswa yang ada, dan berbagai informasi dari media dan sekolah.”

Semangat belajar dan berjuang, harus kita imbangi dengan taqwa, sesuai dengan jargon terakhir yaitu “bertaqwa”. Sebagai pelajar yang aktif dalam berorganisasi, dimanapun tempatnya kita harus mampu memanajemen waktu, sebanyak apapun organisasi yang kita ikuti, tentunya kita tetap harus berusaha memaksimalkan dan menempatkan diri disaat kita berada di organisasi. Organisasi meruapakan sarana untuk belajar mengenai leadership, manajemen waktu, administrasi, keuangan, dll. “Ketika ikut di organisasi, kita turut serta belajar mengenai manajemen waktu,” kata Rekan Najib, kemudian ditambahkan oleh Rekanita Dewi,”Gunakanlah waktu semaksimal mungkin, namun jangan lupakan ibadah, karena belajar dan ibadah merupakan kewajiban yang seimbang, habluminallah dan habluminannas, serta gunakanlah semaksimal mungkin arti dari jargon belajar, berjuang, bertaqwa”. Penjabaran tersebut, menjadi sesi penutup dari diskusi pentingnya media sebagai sarana sumber informasi dan diakhiri dengan meneriakkan jargon “Salam belajar, berjuang, bertaqwa” bersama-sama.

 

Penulis : Rekanita Shintya Kurniawan

Rekomendasi
Populer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Direktori
Menu