Pemkab Dinilai Kurang Serius Dalam Penataan PKL

PURWOREJO – Meski telah berhasil melakukan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-alun Purworejo beberapa waktu lalu, namun PR pemerintahan Agus Bastian – Yuli Hastuti masih cukup banyak. Bahkan, dalam hal penataan PKL dinilai kurang serius.

Seharusnya, keberhasilan menata PKL Alun-alun bisa menjadikan awal dari penataan PKL yang ada di seluruh Kabupaten Purworejo. Masih difokuskan di wilayah perkotaan, setidakya sudah ada langkah lanjutan dengan mengelola PKL yang lain yang selama ini menempati ruas-ruas jalan.

Alun-alun Purworejo yang dilakukan penataan sekarang mampu mengubah wajah kawasan tersebut 180 derajat. Masyarakat bisa leluasa memanfaatkan ruang publik itu baik untuk wisata keluarga maupun olahraga. PKL yang ada ditempatkan di sisi tenggara alun-alun di atas lahan yang dimiliki Kodim 0708 Purworejo.

“Ada permasalahan yang mengganjal yang belum terselesaikan. Kami melihat sudah ada upaya nyata yang dilakukan sehingga ada bagian yang sudah terlihat cantik dan indah,” kata anggota DPRD Purworejo, Sutardi, kemarin.

Penataan PKL ini seolah menjadi sebuah pekerjaan rumah (PR) yang besar bagi Kepala Daerah. Karena dari beberapa kali pergantian pemangku kepala daerah, permasalahan itu tidak terpecahkan.

“Kami menilai keberadaan PKL di Purworejo tidak beraturan. Dari itu sangat mengganggu terhadap pengguna jalan maupun pengguna trotoar,” imbuh Sutardi.

Pemandangan yang mudah ditemui adalah PKL yang ada di sepanjang Jalan Ahmad Yani maupun Jalan Ahmad Dahlan. Mereka sudah ada cukup lama dan memanfaatkan peruntukan jalan maupun trotoar.

“Memang menjadi seorang PKL itu menjadi pilihan bagi masyarakat. Dan kami tidak ada upaya sedikitpun bagi siapapun untuk berusaha,” katanya.

Pihaknya hanya berharap agar Pemkab ada sebuah keinginan serius melakukan penataan terhadap PKL. Pemkab diminta tidak sekedar melakukan penataan tapi juga menyiapkan sebuah tempat yang layak dan tepat untuk berdagang.

“Mungkin bisa dibuatkan sebuah shelter khusus PKL. Ini bisa disesuaikan dengan jenis dan kepentingannya,” imbuh Sutardi.

Rekomendasi
Populer

6 Comments. Leave new

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Direktori
Menu