Momen Idul Adha, Seknas BEM PTNU Se Nusantara Ajak Mahasiswa Nahdliyyin Memompa Semangat Berorganisasi

Yogyakarta – Keutamaan Hari Raya Idul Adha yaitu terletak pada semangat solidaritas antar sesama umat. Momentum yang diramaikan dengan menyembelih kurban hewan ternak mengajak seluruh umat Islam refleksi seperti apa jalan untuk raih keselamatan dunia dan akhirat. Berbagi daging kurban baik daging sapi atau daging kambing seakan menjadi simbol saling berbagi kebahagiaan dan solidaritas.

Momentum Idhul Adha juga mengingatkan kembali kepada kita pada peristiwa dimana ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk Menyembelih putra semata wayangnya yakni Nabi Ismail As. Perin tah yang mengandung makna bahwa hidup perlu pengorbanan untuk memperkuat tali persaudaraan antar sesama. Serta mengajarkan nilai kepaaatuhan seorang hamba kepada sang pencipta, yaitu Allah SWT.

Harapan dengan adanya momentum ini kita dapat menumbuhkan rasa pengorbanan dan kepatuhan sebagai seorang hamba agar senantiasa mengambil hikmah penting perjuangan bagi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita.

Sekretaris Nasional BEM PTNU Se kembali memompa sNusantara mengajak seluruh Mahasiswa Nahdliyyin untuk emangat dalam berorganisasi. Baha’ meyampaikan bahwa Idul Adha merupakan momentum yang tepat untuk bersamasama kembali pada spirit perjuangan membangun generasi muda yang proaktif. Peran pemuda sebagai sebagai agent of change atau agen perubahan. Artinya bahwa pemuda memiliki peranan untuk menjadi faktor terpenting dari kemajuan bangsa itu sendiri, baik buruknya suatu negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris kekayaan bangsanya.

“Generasi muda nahdliyyin harus mempunyai integritas dalam membangun bangsa dan negara, bermoral, religius, nasionalis, berdaya saing, berilmu dan mampu beradaptasi dalam teknologi untuk bersaing secara global”, tuturnya.

Baha’ juga menegaskan bahwa BEM PTNU SeNusantara akan menjadi wad ah aspirasi, kolaborasi dan edukasi bagi Mahasiswa Nahdliyyin untuk menyiapkan generasi muda penerus bangsa di masa mendatang.

Pesona Arahiwang, Tawarkan Perumahan Aman, Nyaman dan Anti Banjir

PURWOREJO – Memiliki hunian yang nyaman tanpa khawatir dengan ancaman banjir tentu menjadi impian semua orang. Terlebih dengan harga yang terjangkau dan berada di lokasi yang strategis. Itulah yang ditawarkan perusahaan property terkemuka di Purworejo, PT Arahiwang Cipta Manunggal (ACM).

Sejak awal sebelum membangun area perumahan, ACM melakukan berbagai upaya untuk menjamin genangan tidak terjadi di perumahan mereka.

MarketingPT ACM, Galih W mengatakan, langkah awal yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana, tentunya dengan mencari calon lokasi perumahan yang bebas bencana.

“Tim kami melakukan survey, memastikan bahwa sebuah lokasi aman, penelusuran antara lain dengan menggali informasi dari masyarakat, terkait masa lalu calon lokasi, apakah sudah pernah terjadi bencana atau belum,” katanya.
Apabila mendapat kepastian sebuah lokasi aman dari bencana, maka proses lanjutan terkait perizinan ditempuh perusahaan.
Perizinan antara lain menyoal tentang garis sempadan, IMB, pengeringan, izin pemanfaatan tanah, izin lingkungan, amdal, amdalalin, dan perizinan lain yang diperlukan.

“Soal izin juga, kami tidak berani main-main, semua harus procedural, tidak boleh ada yang dilanggar,” tegasnya.
Setelah proses perizinan selesai, dimulailah pembangunan kawasan. Developer memperhatikan betul soal banjir, yakni dengan membangun drainase yang mumpuni dan cukup.

Kanal-kanal kecil dibangun di sepanjang jalan, menghubungkan tiap-tiap rumah dengan saluran pembuangan air hujan.

“Kanal ini juga dipisah, tidak untuk saluran buang limbah rumah tangga. Drainase jalan ini hanya berfungsi jadi saluran pembuangan air hujan menuju sungai besar,” terangnya.
Galih mencontohkan, perumahan Pesona Arahiwang yang dibangun perusahaannya di Desa Borowetan, Kecamatan Banyuurip.
Kompleks perumahan tersebut memiliki sistem drainase kompleks dan tertata, yang menghubungkan tiap rumah dengan kanal pembuangan menuju sungai.

“Sistem kami buat sedemikian rupa, sehingga meskipun hujan berlangsung lama, tidak akan muncul genangan di jalanan perumahan,” katanya.

Terbukti ketika hujan lebat dalam waktu semalaman terjadi di Purworejo pada Selasa 31 Mei 2022 hingga Rabu 1 Juni 2022.
“Ketika itu, kami dengar kabar bahkan ada perumahan di Purworejo yang kebanjiran, alhamdulillan Pesona Arahiwang tidak,” ucapnya.

Perumahan Pesona Arahiwang terletak sekitar 100 meter dari palung Sungai Bogowonto.

“Jadi jaraknya jauh dari sungai, kalau di sisi barat, ada saluran irigasi DI Boro, jaraknya juga cukup dan irigasi itu tidak pernah banjir,” ujarnya.

Bahkan, ketika ada yang mengabarkan jalan nasional di depan SPBU Desa Borowetan yang notabene terletak lebih tinggi dibandingkan Perumahan Pesona Arahiwang, pun airnya tidak berimbas ke kompleks.

“Perumahan kami benar-benar aman dari banjir, semua berkat perencanaan matang serta pembangunan yang sesuai prosedur, tanpa melanggar regulasi pemerintah,” tegasnya.

Perumahan Pesona Arahiwang terdiri atas 261 unit rumah. Terdapat 4 tipe bangunan,yakni tipe 82/72, 45/72, 36/72, dan 36/66.

Developer membangun fasilitas berupa jalan utama 8 meter, taman, masjid, CCTV 224 jam di 9 titik, one gate system, dan sekuriti 24 jam. Kolam renang dan lapangan olahraga menjadi target pembangunan fasilitas publik selanjutnya di masa yang akan datang.

“Sudah terjual hampir 80 persen, dan 70 persen unit terjual itu, dihuni pemiliknya. Kami berharap kompleks ini bisa menjadi kawasan hunian yang nyaman,” ujarnya.
Penghuni Perumahan Pesona Arahiwang Eni Suyatmi mengaku nyaman tinggal di kompleks tersebut.

Selama setahun menghuni perumahan itu, tidak pernah sekalipun terjadi banjir di dalam perumahan.

“Kalau hujan lebat, biasanya air tidak sampai menggenang, langsung mengalir dan begitu hujan reda, jalanan kembali kering,” tuturnya.
Menurutnya, potensi banjir menjadi salah satu poin yang diperhatikan ketika ia mencari rumah hunian.

“Saya dikasih tahu saudara, ada perumahan di Desa Borowetan ini, kemudian tanya kiri-kanan, ternyata lokasinya aman, sehingga saya putuskan membeli dan tinggal di sini,” ujarnya.

Selain itu, jarak perumahan dengan jalan nasional Purworejo-Yogyakarta yang kurang dari 100 meter, juga menjadi alasan mengapa ia mau menghuni kompleks itu.

“Jaraknya dekat jalan, mau naik angkutan umum jadi mudah,” tandasnya.

 

AMJ: Tunda Pemuli 2024 adalah Harga Mati!! Cak Imin Next Presiden

SEMARANG – Aliansi Mahasiswa Jateng (AMJ) mendukung pemilu diundur. Menurut mereka, hal tersebut selaras dengan kajian dan studi lapangan yang dilakukan, serta melihat perkembangan konfigurasi politik terkini.Selain melakukan diskusi berkenaan dengan tunda pemilu, AMJ juga melakukan deklarasi dukungan kepada Cak Imin menjadi calon presiden. Hal tersebut dilakukan di halaman DPRD Jateng, Sabtu (5/3).
Juru Bicara AMJ, Maulana mengatakan landasan tunda pemilu adalah ekonomi belum stabil dan masih banyak persoalan rakyat yang belum tuntas. Serta hutang uang negeri yang masih banyak”Rakyat butuh ketentraman dan harga-harga murah dibandingkan harus mengikuti pemilu lagi dalam waktu yang relatif singkat,” ungkapnya.
Mereka yang tergabung dengan AMJ antara lain merupakan mahasiswa dari Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Stekom, Universitas Semarang (USM), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo. Adapula, mahasiswa dari Udinus, Untag, Unissula, Universitas Ngudiwaluyo, Polines, Upgris, hingga Unika Soegijapranata.
Maulana menegaskan dengan kesadaran penuh dan banyak pertimbangan melihat Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja. Semua harus prihatin dan jeli melihat semua ini. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti halnya ekonomi, hutang negara yang terus menumpuk “Serta proyek Wadas yang menuai kontroversi simpang siur, yang negara sendiri acuh tidak becus mengkondisikannya. Pemilu 2024 harus ditunda adalah harga mati,” katanya.
Maulana menjelaskan pengamat tak paham persoalan rakyat khususnya dari arus bawah. Menurutnya, percuma kalau digelar pemilu 2024, belum mampu menjawab solusi rakyat, dan tidak menghasilkan pemerintahan yang memahami rakyatnya.
Maulana membeberkan, Pemilu mendatang adalah pemilunya anak muda. 60 % pemilih adalah milenial dan Generasi Z. Maka ditangan mahasiswa lah warna Indonesia ditentukan. “Oleh sebab itu momentum pemilu adalah tanggung jawab yang harus diemban bersama, dengan itu kami harus membuktikan bahwa di tangan anak-anak muda Indonesia ke depan akan lebih baik,” tegasnya.
Maulana menilai sosok Cak Imin Iskandar merupakan representatif pemimpin yang ideal untuk memimpin Indonesia. “Cak Imin paham betul persoalan masyarakat khususnya dari menengah ke bawah. Hal tersebut terlihat dari rekam jejak, pengalaman, dan kiprah Cak Imin yang benar-benar meniti karir dari mahasiswa sampai sekarang,” tutur Maulana
Cak Imin juga sosok yang paling cocok dan sesuai dengan kebutuhan Indonesi ke depan. Menurut AMJ, Cak Imin adalah representasi aktivis mahasiswa, yang memahami nilai dasar perjuangan mahasiswa.

Watak beliau yang pluralis, humanis dan egaliter tidak bisa dipisahkan dari proses penempaan yang panjang, dimulai sejak beliau menjadi aktivis kampus dan pergaulannya dengan almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). “Cak Imin adalah 100 % kader ideologis Gus Dur. Jadi, wajar saja kalau Cak Imin baru-baru ini meraih penghargaan kategori pimpinan DPR humanis dan demokratis oleh KWP Award 2021,” jelasnya.
Bahkan, katanya, sejak tahun 1999, rekor beliau sebagai Pimpinan DPR termuda (32 tahun) belum tergantikan. Cak Imin juga merupakan aktivis pemikir dengan menulis puluhan buku.
“Cak Imin juga salah satu pemimpin partai Islam terbesar di Indonesia, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dalam hal ini platform politik Cak Imim dirasa cocok dengan karakteristik masyarakat Indonesia yang plural,” bebernya.
Dengan beberapa capaian itulah menjadi pertimbangan Mahasiswa Jawa Tengah dari berbagai kampus memberikan mandat kepada Cak Imin untuk menjadi next president Indonesia ke depan. “Selain itu kami juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda di Jawa Tengah untuk mendukung perjuangan politik Cak Imin,” tegasnya.

Dakwah ‘Bil Uswah’ Memberikan Efek Yang Lebih Luas

Keputusan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengenai pengaturan pengeras suara Masjid menjadi perbincangan akhir-akhir ini. Seperti diketahui sebelumnya, aturan menteri ini mendapat pertanyaan dari banyak pihak.

Ketua Rijaalul Ansor PP GP Ansor, KHR Mahfudz Chamid juga memberikan pandanganya. Menurut sosok yang biasa di sapa Gus Mahfudz ini, publik jangan terpancing secara berlebihan menanggapi peraturan tersebut. Adapun perbedaan pendapat sangat dimungkinkan dalam Agama Islam ataupun negara demokrasi seperti Indonesia.

“Perbedaan pandangan sah-sah saja diutarakan karena memang negara kita negara demokrasi, tapi perlu dicatat harus disampaikan dengan baik. Bahkan dalam Islam sendiri perbedaan pendapat sangat dimungkinkan. Maa ziltum fii khoirin maa ikhtalaftum“, terang Gus Mahfudz.

Masih menurut Gus Mahfud, Gus Yaqut juga memiliki alasan tersendiri mengeluarkan peraturan tersebut. Diantaranya adalah komitmen Gus Yaqut sebagai Menteri Agama Indonesia yang artinya juga harus bisa memberikan pengayoman yang baik kepada semua Agama yang ada di Indonesia.

“Kalau saya melihat Gus Yaqut ini punya niatan yang sangat baik. Memang di beberapa daerah, khususnya didaerah yang heterogen dan terdiri dari banyak kalangan kadangkala penggunaan suara speaker yang berlebihan juga berpotensi mengganggu umat beragama yang lain. Maka peraturan ini sebenarnya bentuk pengayoman Gus Yaqut sebagai menteri agama kepada semua penganut agama. Dan sebagai bentuk pengayoman Islam kepada semua umat beragama, bahwa Islam ini agama yang penuh rahmah.”,

“Dan yang perlu digaris bawahi bahwa tidak ada pelarangan sama sekali. Umat Islam masih bisa setidaknya sehari lima kali mengumandangkan Adzan menggunakan pengeras suara. Hanya penggunaannya sedikit diatur agar dakwah Islam bisa lebih merasuk kepada semua orang, tidak hanya kepada kita-kita saja yang memang sudah dari kecil terbiasa mendengarkan adzan ini”, ungkap beliau yang juga menjadi Pengasuh PP An Nur Maron, Purworejo.

Selain itu menurut Gus Mahfudz, sebagai umat Islam khususnya generasi Ansor jangan terjebak kepada dakwah yang bersifat simbolik semata.

“Dakwah tidak terhenti pada sesuatu yang bersifat simbolik. Justru dakwah yang lebih berat bagi kita sebagai generasi muda Islam adalah dakwah dengan uswatun khasanah. Mencontohkan berjamaah tepat waktu ke masjid agar pemuda lain bisa mencontohnya. Ini yang lebih berat.

Bahkan lebih dari pada itu ada dakwah bil hikmah yang bisa kita lakukan. Kadang kala tidak selalu terlihat dari model dakwah yang bersifat ritual tapi juga melalui kegiatan-kegiatan sosial. Sekali lagi, mari sebagai umat beragama dan sebagai umat Islam kita perkuat persatuan dan untuk tidak gampang reaksioner terhadap isu yang berkembang”, pungkas beliau.

Mahasiswa Keren Jawa Tengah : Gus Muhaimin Layak Jadi Presiden 2024

Dukungan kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) untuk maju sebagai calon presiden (capres) terus berdatangan.

Dukungan tak hanya dari kalangan ulama dan tokoh masyarakat, tapi juga dari kalangan milenial dan Zelenial (Mahasiswa)
Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Mahasiswa Keren Jawa Tengah mendeklarasikan dukungan untuk Gus Muhaimin Presiden 2024 mendatang. Kegiatan tersebut diselenggarakan usai pengukuhan DPC Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) se- Jawa Tengah di Balkondes Kembanglimus, kecamatan Borobudur, Magelang, Minggu (20/02/2022)..
Koordinator Mahasiswa Keren Jawa Tengah, Muhammad Azis mengatakan mahasiswa tidak boleh abai dengan persoalan politik, perbuhaban bangsa dan negara, karena ada di tangan mahasiswa.

”Ini alasan kami memilih mendukung gus muhaimin maju presiden 2024, bahwa gus muahimin adalah representasi aktivis mahasiswa,”

Ketua DPN Gemasaba, Heru Widodo menjelaskan Gemasaba adalah gerakan mahasiswa sadar politik, sebab hanya lewat politik keputusan yang adil untuk semua golongan akan lahir.

”Gemasaba harus mampu tampil beda dan selalu muda mengikuti perkrmbangan zaman”

Dalam deklarasi itu, disaksikan Ketua DPN Gemasaba Jawa Tengah, Heru Widodo Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH M Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) Abdul Hamid, Pembina DPW Gemasaba Jawa Tengah, serta anggota DPRD Jateng dari PKB, Zen Adv dan Moh Budiono.

Diklatama CBP-KPP Kulon Progo Lahirkan Kader NU Militan

Kulon Progo-Dewan Koordinasi Cabang Corp Brigade Pembangunan (DKC-CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdaltul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan kegiatan pelatihan Pendidikan dan Pelatihan Pertama (Diklatama). Pelatihan ini  berlangsung selama tiga hari berturut-turut, yakni pada tanggal 18 sampai 20 Februari 2022 bertempat di Bumi Perkemahan Camp, Sentolo.

Tujuan diadakan pelatihan ini adalah dalam rangka rekrutmen. Lebih spesifiknya, sebagai regenerasi kaderisasi serta membentangkan sayap kaderisasi DKC CBP KPP di Kabupaten Kulon Progo. Di kegiatan kali ini menjadi sangat spesial karena ini merupakan kegiatan  Diklatama pertama di masa hidmat kepengurusan PC IPNU IPPNU kabupaten Kulon Progo preiode 2020-2022.

Kegiatan kaderisasi tersebut dihadiri beberapa tokoh penting, dari unsur Nahdlarul Ulama (NU) seperti Muslimat NU, Ansor, Pagar Nusa dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) tampak mengisi kursi terdepan dalam pembukaan kegiatan Diklatama, Jumat (18/22) siang. Kehadiran beberapa tokoh penting tersebut tentu bertujuan sebagai bentuk dukungan terhadap panitia kegiatan diklatama ini, juga bertujuan untuk memberikan dorongan semangat untuk  para peserta Diklatama.

Kegiatan Diklatama ini diikuti oleh delegasi dari masing masing Kapanewon Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU se-Kabupaten Kulon Progo. Sebanyak 43 pelajar menjadi peserta dalam kegiatan ini, bahkan ada juga peserta dari PC IPNU IPPNU Kota Yogyakarta dan Kabupaten Gunung Kidul.

Pada sambutannya, Perwakilan PCNU Kulon Progo berpesan kepada para peserta untuk menata niat dan bersungguh sungguh dalam mengikuti proses kaderisasi sampai selesai. Selain itu, Muktaf Ajib Saifudin atau sapaan akrabnya Gus Ajib yang menyambut langsung dalam keberlangsungan kegiatan Diklatama ini.

“Dari CBP KPP ini jadilah kader yang militan, berdidikasi tinggi untuk NU, mau berjuang di NU di era melenial ini, karena siapa lagi kalau bukan kader IPNU IPPNU yang meneruskan estafet kepengurusan di PCNU Kulon Progo.” Tandas Gus Ajib.

Melihat cita-cita, serta tujuan dari CBP KPP didirikan, pihak PC IPNU IPPNU Kabupaten Kulon Progo sangat mengapressiasi kegiatan ini dan menaruh asa besar kepada para jebolan kegiatan Dilatama ini.

“Kami sangat mengapresiasi sekali dari pihak CBP maupun KPP, terkait sudah melaksanakan pengkaderan ini, semoga untuk kedepannya pengkaderan ini masih bisa berlanjut.” Ungkap Najib, Ketua PC IPNU Kulon Progo.

“Harapannya tentu bisa mendapakan kader yang militan, kader yang berpotensi menjadi generasi pioner-pioner di masing-masing PAC di 12 Kapanewon se-Kulon Progo.” Harapnya.

CBP dan KPP

CBP dan KPP merupakan lembaga semi otonom dibawah payung IPNU dan IPPNU. Lembaga ini fungsinya sebagai garda terdepan dan memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan bangsa dan negara. Selain itu, CBP dan KPP juga berperan sebagai semacam Kader Penggerak IPNU dan IPPNU atau bisa dibilang kita ini sebagai eksekutornya, kita juga berlingkup di bidang kepanduan tapi untuk pereiode saat ini kita lebih fokus di bidang Kemanusiann. Hal ini disampaikan oleh Sofyan Fachrudin, Komandan CBP Kabupaten Kulon Progo.

Sofyan menambahkan bahwa tugas CBP dan KPP juga lumayan kompleks. Bukan hanya pada tugas pokok kaderisasi namun juga mengawal kegiatan-kegiatan organisasi IPNU dan IPPNU.

“Tugas kami adalah mengawal kegiatan IPNU dan IPPNU. Baik dalam kegiatan Kaderisasi ataupun Organisasi.” Tuturnya kepada wagers.id disela-sela kegiatan.

Lebih lanjut lagi Sofyan menjelaskan dalam kegiatan Diklatama ini materi pokok yang diberikan, diantaranya Latihan Baris Berbaris (LBB) dan Tata Laksana Upacara yang diisi oleh Polsek Sentolo, kemudian ada materi Kegiatan Pemantapan Pelatihan Penanganan Gawat Darurat (PPGD) yang diisi oleh PMI Kulon Progo, materi Search and rescue (SAR) yang diisi oleh BASARNAS, materi Teknik Dasar Bela Diri diisi oleh PC Pagar Nusa Kulon Progo, materi Komunikasi dan Kerjasama Tim yang disisi oleh Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), serta materi Orientasi Alam Bebas yang diisi oleh Koramil Sentolo.

PAC GP Ansor Kecamatan Purworejo dilantik, Katib Syuriah PBNU: Ansor harus bisa menjadi solusi peradaban.

Purworejo, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Purworejo menyelenggarakan Pelantikan dan Rakerancab di Gedung Grha Siola, Purworejo pada Ahad (20/02/2022)

Hadir sebagai narasumber stadium generale, Katib Syuriah PBNU Dr. KH. Hilmy Muhammad, MA berpesan bahwa ansor harus bisa menjadi solusi peradaban, kemanusiaan dan modernitas. Jangan sampai justru menjadi beban. Apa yang hari ini berlaku dan berkembang di banyak bidang seperti: kesehatan, informasi, teknologi, komunikasi, olahraga dan sebagainya, harus direspon oleh Ansor. Jangan sampai Ansor menjauh dari isu itu, yang akibatnya Ansor justru akan ditinggal.

Lebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Jogja ini menyebutkan bahwa tantangan Ansor hari ini di antaranya adalah bagaimana cara membagi dan mendistribusi kader dengan sebaik-baiknya, tidak saling sikut, dan saling memotong.

“Tantangan kita sesungguhnya sekarang ini adalah bagaimana sinergi di antara kita bisa terjadi. Ini kunci besarnya, jangan sampai kita besar, tapi kelihatan kecil-kecil, karena tidak sinergi.” Tutup pria yang juga anggota DPD RI ini.

Wahyudi, ketua panitia kegiatan ini menyampaikan bahwa tajuk besar yang diangkat pada periode 2021-2023 adalah “Menuju Profesionalitas Organisasi, Membangun Sinergi dan Kolaborasi.”

“Dengan bekal konsolidasi yang cukup berhasil di periode sebelumnya ditambah dengan kerjasama dengan internal Nahdlatul Ulama dan dengan pemerintah, kami punya keyakinan pada periode yang akan datang hadirnya organisasi akan lebih dirasakan.” tegas sosok yang juga Wakasatkorcab Banser Kabupaten Purworejo ini.

Mewakili unsur pemerintahan, H. Henry Wicaksana menyampaikan selamat kepada PAC yang telah terlantik dan menyatakan siap untuk berkolaborasi dengan Ansor kedepannya. “Beberapa kesempatan kami sudah bekerjasama dengan PC GP Ansor Purworejo. Bukan suatu yang mustahil nantinya bekerjasama juga dengan PAC.” tutup anggota FKB DPRD jateng ini.

Turut hadir dalam acara ini KHR. Chamid Bakri (Rois Syuriah MWC NU Purworejo) Muhammad Basuni, S.Ag (kasi Zawa Kemenag Purworejo) AKP. Bruyi Rohman, MH (Kapolsek Purworejo), Kapten Inf. Daryanta (Danramil Purworejo), Kusnomo, H. Abdi Sandiko serta tamu undangan sekitar.

*(ZM)

Berikut Susunan PAC GP Ansor Kecamatan Purworejo

Ketua: Muchammad Abdul Chamid

Wakil Ketua: Zaky Mubarok

Wakil Ketua: Moh. Zulfikar Tasyriko Niam, S.Th.I.

Wakil Ketua: Karjono

Wakil Ketua: Latief Akhadi, S.E.

Wakil Ketua: Wisnu Ponco Atmjo

Sekretaris: Hilmi Fauzi

Wakil Serketaris: Muhammad Syukri Abadi, S.Pd.

Wakil Sekretaris: Muhammad Asngad, S.H.

Wakil Sekretaris: Isnin Riyadi

Wakil Sekretaris: Wahyu Nur Hidayat

Wakil Sekretaris: Wahyu Fajar Ramadhan, A.Md.

Bendahara: M. Hanifuddin Dermawan, S.Si.

Wakil Bendahara: Nanang Pujiyono

Wakil Bendahara: Ivan Fatchan Gani Wardana, S.E.

 

GEMASABA JATENG : TINDAK REPRESIF BUKAN CERMINAN UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH

Terkait dengan peristiwa yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Ketua (Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa) Gemasaba Jawa Tengah, Jahirin, mengecam keras Tindakan represif anggota kepolisian terkait kasus agraria tersebut. Selasa, (8/2/2022)

Ujar Jahirin jika tujuanya hanya untuk mengukur lahan tidak perlu menggunakan kekerasan, ia menyebut masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencari solusi. Ia menilai aparat melakukan pemaksaan kehendak dan warga mendapatkan intimidasi dari pihak kepolisian saat proses pengukuran lahan.

“Jika memang turunya apparat hanya untuk melakukan pengukuran lahan tanah pembangunan, seharusnya aparat kepolisian sebagai pengayom dapat memberikan rasa aman dan nyaman bukan malah melakukan tindak represif kepada warga” ujar Jahirin.

Selain itu Jahirin menyapaikan aparat harus cerdas dalam menyikapi persoalan tersebut, aparat harus melakukan pendekatan secara persuasif untuk menyelesaikan masalah harus dikedepankan. Selain itu pemerintah juga harus benar – benar open terhadap perkembangan yang terjadi di wadas.

“Seharusnya aparat lebih cerdas menangani masalah ini, missal mengedepankan pendekatan persuasif dengan masyarakat sebelum turun, selain itu untuk mengurangi kesalah pahaman, pemerintah juga harus bisa terbuka terhadap perkembangan situasi dan kondisi di lapangan” tegas jahirin.

“Terlebih ditangkapnya 64 warga Wadas, itu adalah bukti tidak terjaminya Hak Asasi Manusia. Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan aspirasinya dan mengkonsolidasikan gerakanya, sudah seharusnya aparat menjadi kunci tengah mengawal keamanan dan kenyamanan setiap warga dari semua kubu, bukan malah terhanyut dalam situasi dan melakukan tindak represif” imbuhnya.

Tindak represif yang dilakukan oleh aparat di wadas bukan sekali ini terjadi, hal tersebut sudah berulang kali dari beberapa aksi yang dilakukan warga saat menyampaikan aspirasinya. Sekalilagi ketua Gemasaba tersebut ikut mengecam keras Tindakan represif oleh aparat, segala bentuk kekerasan yang ada tidak pernah bisa dibenarkan. | Muhammad Azis

Menu