Islam Sontoloyo

Setelah menghajar dua novel dari Tere Liye, aku memilih buku yang aku pinjam dari seorang teman. Karena telah pinjam lama, memang buku ini harus segera dibaca agar segera pula dikembalikan. Oleh karena itu, pilihan jatuh kepada Islam Sontoloyo.

Buku ini pada bagian awal disuguhi tulisan Bung Karno yang berkirim surat ketika berada di pengasingan. Tulisan yang menyuguhkan beberapa kegelisahan Bung Karno dan gagasan-gagasannya yang diusulkan kepada para tokoh Islam waktu itu. Memberikan komentar tentang satir, berterima kasih atas kiriman buku, dan memberikan penjelasan kepada majalah.

Aku begitu menarik ketika Bung Karno bercerita tentang keadaan Turki. Begitu runtut beliau menuliskan ceritanya kenapa agama dan negara dipisahkan di negara tersebut. Terlebih karena Bung Karno menyinggung keberadaan entitas Muslim Sufi yang justru menjadi penghalang terhadap kemajuan dan mengekang negara Turki.

Islam Sontoloyo menjadikan sebuah konklusi menurutku. Di tulisan Bung Karno ini lebih menekankan “Api Islam”. Artinya yang dimaksudkan adalah jiwa-jiwa Islam yang menjadi sebuah semangat berperilaku secara Islam. Bukan Islam yang hanya bungkusnya saja tetapi juga jiwanya. Inilah yang menurutku menjadi pesan penting Islam Sontoloyo.

Ketika membaca buku ini, aku disempatkan mengunjungi Lapangan Bateng dalam rangka menunggu ular besi itu menjemputku. Aku menjadi begitu menghayati perjuangan Bung Karno dalam memberikan warna Islam yang berbeda dengan Turki, Islam yang terkristal oleh budaya di Nusantara. Tidak melakukan pemisahan antara Islam dan Negara, tetapi mereka yang hendak memperjuangkan Islam harus mengisi kursi-kursi legislatif untuk menyuarakan ideologinya.

Membaca buku ini memberikan kesan lain dengan judul yang ditawarkan. Bukan Islamnya yang Sontoloyo, tetapi wajahnya, bungkusnya, marketingnya. Baca sajalah agar tidak salah paham! Meski bahasanya begitu aneh untuk susunan kata era sekarang, tetapi buku ini harus dituntaskan!

Islam Sontoloyo – Ir. Soekarno
Basabasi, Yogyakarta (2017)
284 halaman
Lama baca : 23 Maret – 18 April 2019

Resensi Buku, Sastra
, ,
Rekomendasi
Populer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Direktori

Berbagi kebaikan dengan menulis di wagers!

Menu