Banyak Anak Terpapar Covid-19, Pemerintah Diminta Percepat Vaksinasi 

SEMARANG – Anggota Komisi E DPRD Jateng, Tazkiyyatul Muthmainnah prihatin dengan banyaknya anak yang terpapar covid-19. Dia meminta Pemerintah mempercepat pelaksanaan vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun. Selain itu, juga melakukan kajian mendalam dan uji coba lebih lanjut untuk memastikan keamanan vaksin bagi anak usia di bawah 12 tahun.

Dia mengungkapkan, di Indonesia sebanyak 12,5 persen anak terinfeksi covid-19. Sementara di Jateng ada 9,6 persen anak di bawah 10 tahun terinfeksi.

“Saya tidak bisa membayangkan jika anak terpapar covid-19 kemudian dirawat di ruang isolasi sendirian tentu akan menjadi hal yang berat bagi mereka,” kata dia, Selasa 29 Juni 2021.

Menurut dia, kajian mendalam dan uji coba lebih lanjut terkait vaksinasi pada anak usia di bawah 12 tahun penting sekali dilakukan. Apalagi untuk rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tahun ajaran baru nanti.

“Karena yg terpenting adalah keselamatan, keamanan, dan kesehatan anak-anak,” kata dia.

Untuk menekan jumlah anak yang terpapar covid-19, dia juga meminta orang tua melakukan pengawasan lebih ketat pada anak-anaknya. Pengawasan penuh dilakukan terhadap aktivitas anak-anak yang sampai sekarang masih belajar secara daring di rumah.

Iin, panggilan akrab anggota Fraksi PKB ini, menyayangkan banyaknya anak yang ke luar rumah tanpa menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Saya melihat masih banyak anak di luar rumah tidak pakai masker, bermain berkerumun dengan teman-temannya. Padahal virus varian baru ini lebih cepat menyebar, tak terkecuali pada anak-anak,” kata dia.

Menurut Ketua PW Fatayat NU Jateng ini, tidak mudah mencarikan kegiatan untuk anak di masa pandemi ini. Di dalam rumah mereka terlalu banyak bermain gadget, sedangkan di luar rumah juga kurang aman jika tidak menerapkan prokes.

Namun demikian, lanjut dia, orang tua harus mulai tegas pada anak karena dari kasus covid-19 di Jateng ada 1,2 persen anak yang meninggal.

Iin juga berharap semua elemen masyarakat ikut menggerakkan seruan melindungi anak dari covid-19, baik lembaga pemerhati anak maupun organisasi perempuan.

Caranya, ujar dia, dengan menggalakkan kampanye ini melalui perangkat sampai RW RT dan Dawis, juga melalui berbagai organisasi seperti PKK, Dharma Wanita, Muslimat NU, Fatayat NU, Aisiyah, Nasyiatul Aisiyah, WHDI, WKRI, dan organisasi perempuan lainnya. (*)

Rekomendasi
Populer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Direktori
Menu