anak anak bukan pembenci

Anak-Anak Bukan Pembenci

anak anak bukan pembenci

5 Juni 2020, Sore itu menjelang maghrib aku belum sempatkan membersihkan diri. Sambil mengambil handuk ditempat jemuran, dengan santai aku amati anak-anak yang sedang riang bermain-main dengan sepeda mereka masing-masing. Sanka, Davis dan Nayla mereka bertiga  berceloteh tanpa aku tahu pokok bahasanya. Ketiganya masih saja mengayuh sepeda mereka yang di roda belakangnya masih terpasang sepasang roda bantu, hingga salah satunya berhenti di depanku dan dikuti dua lainya.

“Om rangga” katanya ramah, suara lembut itu bagai air gemericik yang terjun bebas masuk kegendang telingaku, adem rasanya.

“Iya nayla, wih pinter naik sepeda” balasku kepadanya. Kemudian aku bertanya kepada ketiganya.

“Om Tanya nih ya, kalau balapan kira-kira yang menang siapa nih?”. Ketiganya serentak menjawab .

“Davis”,”Sanka”,”Nayla”. Aku terbahak mendengar jawaban kompak mereka. Seketika aku berfikir bahwa anak-anak ini sedari kecilnya telah memiliki bekal kepercayaan diri yang baik. Dan tentu saja sebuah kepercaya dirian ini adalah senjata mereka untuk tubuh menjadi manusia unggul di hari depan. Lantas bagaimana mereka menjadi manusia yang baik dan unggul itu?. Bagaimana menyikapi tingkah polah anak-anak kecil ini yang tentu sering merajuk minta perhatian. Manusia memang diciptakan lengkap dengan kecerdasan mereka, tidak ubahnya pula anak-anak ini. Mereka sangat cerdas dan mereka itu pengamat sejati. Mereka ini sedari awal memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan mereka ini mengimani bahwa mereka adalah seorang tokoh utama negeri dongeng yang mereka bangun ceritanya sendiri. Anak-anak adalah seorang pencari perhatian, seorang kreatif dalam dunia imajinatif yang disana tidak ada sebuah beban yang dinamakan tanggung jawab.Tahap mereka berfikir dan bertindak belum sampai pada pengambilan keputusan atau bertanggung jawab atas imajinasi mereka. Dunia anak itu seperti negeri dongeng yang penuh imajinasi dan keriangan.

Bagaimana mereka seolah berperan menjadi pangeran-pangeran dan putri berkuda putih sedang berkendara meninkmati indah semesta bumi ini. Lalu jika kamu datang kepada mereka dengan muka masam dan kebencianmu terhadap kehidupan asli yang kamu derita di bumi ini dan kemudian berinteraksi pada mereka tanpa tedeng aling-aling. Membentak, berkata dengan nada tinggi apalagi sampai mengumpati malaikat malaikat kecil ini dengan kata-kata buruk, disitulah dunia mereka hacur. Anak-anak itu bagaikan cermin, mereka mengamati setiap tindakan dan perkataanmu wahai orang dewasa. Mereka akan ngutipnya dan menirunya sebagai sebuah tindakan yang dibenarkan. Anak- anak ini kemudian akan bereksperimen solah mereka dokter atau seorang tokoh dengan membangun cerita dongeng mereka yang lain untuk mengganti cerita dongen yang tadi sudah kalian hancurkan. Dan mereka kini mengkopi  BIJAK-nya kata dan tindakanmu tadi kedalam naskah drama mereka. Jangan kaget jika sewaktu-waktu mereka mengejawantahkan kata buruk tersebut kedalam cerita dongeng mereka. Memang ada berbagai metode mengenai pembelajaran kosakata anak-anak ini. Belajar darimu atau mempopulerkan kosakata yang ia dapat dari sejawat mereka. Jangan lantas memarahi mereka karena kosa kata buruk yang mereka ucapkan tersebut. Kemarahanmu justru membingungkan anak-anak ini,  Mereka ini tidak tahu arti dari kata buruk yang mereka ucapkan.

Jika mereka berlaku atau berkata kasar berilah pengertian secara halus dengan narasi yang baik, ajak mereka berimajinasi, masuklah kamu kedalam dunia mereka lalu tegaskan bahwa itu adalah sebuah kosakata yang tidak baik untuk di ucapkan atau itu adalah tindakan yang tidak patut untuk di lakukan nak, ajari mereka tentang tindakan yang yang baik dan kata-kata baik sebagai ganti. Seperti seorang raja mendidik putra mahkotnya untuk menjadi raja masadepan kelak. Jadilah agen yang harus bekerja secara diam-diam tanpa merusak cerita dongeng yang mereka bangun. Anak-anak adalah makhluk kecil yang manis, cobalah amati mereka ketika bermain. Tidak akan kamu temui tendensi jahat dalam dirimereka, mereka mungkin sesekali berkelahi untuk berebut mainan atau mendebatkan siapa yang lebih unggul. Sekali lagi mereka adalah pengamat sejati, kitalah yang harus menjadi raja yang baik dan menjadi agen rahasia yang bekerja dibalik layar drama pertunjukan mereka. Mereka itu tak ubahnya sebuah cermin, rapuh juga sifat sebuah cermin. Pesanku terhadap muda-mudi purworejo dan seluruh muda-mudi di labadiu. Sudah janganlah galau peihal kekasih, ayo ambil tanggung jawab terhadap malaikat-malaikat kecil disekitarmu jadilah tokoh tritagonis dalam cerita dongeng mereka.

Artikel, Citizen
Rekomendasi
Populer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Direktori

Berbagi kebaikan dengan menulis di wagers!

Menu