Belajar Ekonomi Moneter Lewat Serial La casa de Papel

Terjadi pencurian besar di negara spanyol. Sekelompok orang mengenakan baju terusan merah dan topeng salvador dali, berhasil membawa keluar uang sejumlah 2,4 Miliar Euro dari Royal Mint of Spain atau Bank sentral Spanyol. La Casa de Papel ( Money Heist ) adalah serial televisi drama kriminal asal Spanyol, di buat oleh Álex Pina dan diakuisisi oleh Netflix. Delapan orang perampok yang memiliki nama samaran kota-kota besar di dunia Tokyo, Denver, Moscow, Berlin, Oslo, Helsinki dan Nairobi sebagai eksekutor pencurian dan satu orang dewa penyelamat yang menyebut dirinya Profesor. “The Plan is not always stealing money, but literally make it” kata Profesor mendorong perencanaan jenius pencurian uang dari bank sentral spanyol yang memiliki pengamanan hampir sempurna, misi mereka adalah mencetak uang “suka-suka sendiri” bukan mengambil cadangan uang yang berada pada bank percetakan uang spanyol tersebut. Mencetak uang tanpa ada nilai emas yang membackupnya dan tentu saja tidak melaporkanya secara resmi. Ya karena mereka pencuri.
__

“Pada tahun 2011, Bank Sentral Eropa menghasilkan € 171 miliar entah dari mana.
185 miliar pada tahun 2012, 145 miliar euro pada 2013. Seperti yang kami lakukan. Hanya lebih besar. Tahukah Anda ke mana semua uang itu pergi? Ke bank. Langsung dari pabrik ke kantong orang kaya. Tahukah Anda. ada yang menyebut Bank Sentral Eropa pencuri? Tidak. ‘Suntikan likuiditas,’ begitu mereka menyebutnya. Saya melakukan suntikan likuiditas, tetapi tidak untuk bank. Saya membuatnya di sini, dalam ekonomi riil” Kata Profesor pada inspektur Raquel dalam percakapan telephone. Argumennya sebagian besar benar. Selain fakta bahwa ECB sebenarnya tidak menjalankan mesin cetak itu sendiri. Lebih buruk lagi di matanya, ratusan miliar euro diberikan kepada bank, yang tidak kemudian mentransfernya ke ekonomi riil dalam bentuk pinjaman pribadi atau bisnis. Profesor dan kelompok perampoknya (Tokyo, Berlin, dan sebagainya) ingin menyuntikkan uang yang mereka curi langsung ke dalam ekonomi riil. Mereka memutuskan untuk mencetak miliaran euro.

Jadi, kemana perginya uang itu? Pada kenyataannya, sebagian digunakan oleh bank untuk berspekulasi di pasar saham ( itulah sebabnya perusahaan yang terdaftar membayar dividen setiap tahun yang mana lebih kolosal daripada waktu sebelumnya ), sementara sebagian lainnya diinvestasikan kembali di bank sentral … Ya, itu benar persis seperti apa yang terjadi di perekonomian dunia saat ini . Uang tersebut, yang berasal dari bank sentral untuk membantu bank komersial, akhirnya dikembalikan ke kas bank sentral tersebut, dengan tujuan semata-mata untuk menghasilkan bunga.
                                      __

Seperti yang kita ketahui bahwa Ekonomi berjalan dengan uang. Sekarang ada sejumlah uang yang terbatas dalam perekonomian yang berputar-putar. Anda membeli jam tangan baru. Anda membayar perusahaan yang membuat jam tangan itu. Sekarang mereka punya uang anda. Mereka selanjutnya akan membayar karyawan mereka, dan karyawan mereka akan membelanjakan uang untuk hal lain. Jadi, uang berputar-putar dalam perekonomian dan menghidupi manusia di tempat tersebut. Yang lucu, Beberapa orang yang disebut konglomerat ini mencetak uang dan tidak di edarkan ke perekonomian riil, mereka memilih bermain investasi di sektor non riil atau finansial asset untuk kekayaan mereka sendiri. Mari kita berandai-andai jika kita meminjam uang kepada sebut saja ‘ Pak Rotschild ‘ dengan jumlah 100 Rupiah tentu kita harus mengembalikan sejumlah yang sama, atau bila pak Rotschild adalah seorang lintah darat, dia akan membebankan bunga untuk setiap pinjamanya, sebut saja 10 rupiah untuk 100 rupiah, maka di tahun depan kita harus mengembalikan sejumlah 110 rupiah kepada pak rotschild, nah.
Apa yang akan terjadi jika jumlah uang yang beredar di masyarakat terbatas; Perusahaan tidak memiliki cukup uang untuk membayar gaji karyawan. Karyawan tidak memiliki cukup uang untuk mereka belanjakan, harga barang menjadi naik akibat minimnya permintaan dari pembeli. Itu disebut deflasi, jumlah uang yang beredar lebih sedikit di bandingkan barang yang tersedia atau produktifitas. Itu sebabnya Injeksi likuiditas di perlukan “DI SEKTOR RIIL“ untuk menyeimbangkan pasar. Colek Covid19.
                                        —
Kembali ke Money Heist, tidak hanya € 2 miliar tidak akan berdampak nyata pada perekonomian, tetapi karena uang yang dicetak harus dilaporkan secara resmi – dari perspektif strategi kebijakan moneter – agar inflasi benar-benar ada, ada hal yang sangat baik kemungkinan bahwa perampok kita dengan pakaian terusan merah tidak akan menyebabkan ketidakstabilan ekonomi. Sebaliknya, ECB menggunakan dan menyalahgunakan kebijakan moneter yang tidak efektif yang berdampak buruk pada kehidupan kita sehari-hari.

*Foot Note
Opsi untuk meningkatkan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian adalah; Bank Sentral mencetak lebih banyak catatan “hutang”. Karena sekarang ada lebih banyak uang karena infus Bank Sentral dan jumlah produk yang masih sama, harga produk meningkat (inflasi).

Citizen
Rekomendasi
Populer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Direktori

Berbagi kebaikan dengan menulis di wagers!

Menu